Paccellekang Kabupaten Gowa Meresahkan Tambang yang Diduga Tidak Memiliki Izin


 Sebuah tambang yang di duga tidak memiliki izin beroperasi sangat meresahkan masyarakat di Dusun Pattiro Desa Peccellekang Kabupaten Gowa

Di mana setiap harinya puluhan hingga ratusan mobil truk pengangkut material menghamburkan debu yang tebal dan sangat mengganggu aktifitas warga sekitar tambang terkecuali bila musim hujan jumlah mobil truk pengangkut material tambang agak kurang beroperasi

Tokoh masyarakat di desa ini sangat mengeluhkan keberadaan tambang tersebut yang mengakibatkan banyaknya warga yang jatuh sakit akibat debu yang pada saat musin hujan banyak warga yang jatuh tergelincir dan bisa mengancam keselamatan warga akibat hamburan debu yang berubah menjadi lumpur

ZN selaku tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa dirinya dan masyarakat setempat sangat meresahkan hal itu

“Saya selaku tokoh masyarakat sangat resah dan merasa sangat terganggu dengan keberadaan tambang tak berizin itu, begitu pula dengan masyarakat di sini yang hampir 500 KK merasakan hal yang sama,” ungkap ZN, Jumat (31/3/2023)

Terlebih lagi pada saat musim penghujan anak sekolah yang melintas di jalan area tambang kadang tergelincir dan pakaian seragam mereka menjadi kotor, akibatnya mereka tidak masuk sekolah, ”
tambahnya

Kami menduga bahwa ada oknum aparat yang membekingi tambang tersebut hanya saja kami belum bisa memastikan oknum aparat yang di maksud, “lanjutnya

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Imam Masjid Nurul Haq Moncong-moncong dimana jamaah yang hendak sholat di masjid kadang tergelincir dikarenakan debu yang berhamburan dan sudah menjadi lumpur, akibatnya masjid dipenuhi debu dan menimbulkan kemacetan gara-gara mobil truk pengangkut material parkir di bahu jalan

Menurut infomasi masyarakat, di duga pemilik tambang ini adalah pemilik Perumahan Pattiro Hills di Dusun Pattiro Desa Paccellekang Kab. Gowa

Melalui media ini, masyarakat meminta agar pihak aparat pemerintah terkait memberikan solusi supaya warga masyarakat di lokasi sekitar tambang bisa hidup dengan tenang tenteram dan jangan diam saja serta melakukan pembiaran terhadap tambang yang tak berizin itu

Dan sudah jelas bahwa hal ini menghalangi umat untuk beribadah dan menjadi penghambat cita-cita generasi bangsa lantaran aktifitas tambang yang kadang mengakibatkan mereka tidak mengikuti pelajaran di sekolah.
Tinred

Comments

Popular Posts

Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi Pada Apel Sinergitas Tiga Pilar Ingatkan Cegah Penularan Omicron Utamanya Adalah Vaksin*Bogor, Pelaksanaan Apel Sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 yang rutin digelar di wilayah Kota Bogor di wilayah Kecamatan Bogor Utara tepatnya di Lapangan Kresna jl Kresna Raya RT 005/14 kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Rabu (26/1).Dan kegiatan apel tiga pilar di Bogor Utara kali ini dipimpin oleh Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. yang didampingi oleh Kolonel Inf Dr. Sigit Purwanto, S.I.P.(Kasiops Rem 061/Sk), Danramil Bogor Utara Kapten Arm Hermawan, Kompol Kuswaha (Kapolsek Bogor Utara) serta bapak Ricky selaku Camat Bogor Utara. Adapun personil apel yang terlibat adalah anggota Polresta Bogor kemudian para binmas Polsek Bogor Utara, para Babinsa Koramil Bogor Utara, lurah se Kecamatan Bogor Utara, para RT dan para RW Bogor Utara, Bakesbangpol Bogor Utara serta Satpol PP Bogor Utara.Pada sambutannya kali ini Danrem menyampaikan bahwa kegiatan apel sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 ini sudah dilaksanakan untuk ke-29 kalinya, di mana apel tiga pilar sempat dihentikan sementara dikarenakan wabah pandemi covid19 saat itu meningkat dan karena saat ini wabah covid sudah mulai melandai maka apel sinergitas tiga pilar kembali diaktifkan, dan apel kali ini adalah untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada hari Rabu minggu lalu." Perkembangan penyebaran covid-19 untuk saat ini kembali meningkat, selain covid- 19 varian baru yaitu omicron tercatat sudah mewabah di Indonesia, memang untuk penyebarannya masih sangat landai dengan penderita sebanyak kurang dari 2000 orang, sedangkan untuk diwilayah Bogor ada satu kasus yang terpapar." Ujar Danrem." Oleh karena itu kita harus waspada dalam menyikapi varian omicron, varian delta, varian Covid-19 serta varian lainnya yang berasal dari luar negeri. Itu harus kita pahami, paling tidak kita harus bisa mencegah dan menahan laju varian baru. Sebenarnya diperkirakan awal tahun 2022 ini atau sekitar bulan Januari akan terjadi puncak penyebaran covid-19 yang terjadi setelah libur nataru, akan tetapi karena saat ini warga masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksinasi maka coronavirus disease 19 dan virus omicron bisa dapat ditanggulangi." Tambahnya." Akan tetapi bagaimanapun juga kita harus tetap mewaspadai terhadap penyebaran virus tersebut, jangan sampai lengah ataupun lalai, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m dan juga mensosialisasikan kepada warga masyarakat agar bagi warga yang belum melaksanakan vaksinasi untuk segera mengikuti vaksinasi dan bagi yang vaksin belum lengkap agar dilengkapi dan mulai aktifkan kembali posko deteksi dini mulai tingkat Rt, Rw, Kelurahan dan Kecamatan Selain itu Danrem juga mengingatkan, agar seluruh tim satgas covid maupun tni-polri untuk melakukan pengecekan aplikasi pedulilindungi di setiap area publik, misalnya tempat wisata, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Di mana penggunaan aplikasi pedulilindungi itu adalah untuk mempersempit penyebaran covid 19, karena dengan penggunaan aplikasi pedulilindungi kita juga dapat mengetahui status seseorang apakah sudah divaksin atau belum.Sumber: Penrem 061/Sk Rudy Kawinda