Masyarakat mulai Bersuara Terkait Irigasi Tahap III Lambale, JPKPN Wakatobi Dan Tim Akan Berkunjung Ke Kejagung RI Dan KPK RI


Buton Utara, Sultra - Masih tentang proyek irigasi tahap III Lambale desa Rahma Baru, kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara yang menelan anggaran 10 milyar lebih yang di kerjakan oleh PT Fatdeco Tama Waja dari APBD 2021 Dinas PUPR Pemerintah kabupaten Buton Utara. 

Di ketahui bahwa Irigasi yang tidak berfungsi sangat merugikan masyarakat pasalnya sampai hari ini tidak terlihat akses manfaat nya yang di dapatkan masyarakat.

Pagi tadi ketua DPC JPKP Nasional Wakatobi dan tim melakukan investigasi dengan masyarakat desa soloy agung bahwa benar benar masyarakat mengeluh dengan irigasi yang tidak berfungsi.

Salah satu masyarakat inisial A mengatakan bahwa kalau kinerja nya bagus pasti mengalir lagi lagi kontraktor hanya mau jalan sendiri

" Kalau kinerjanya bagus pasti mengalir tapi kinerja tidak bagus dan lagi lagi kontraktor hanya mau jalan sendiri tidak mau mendengar arahan  masyarakat sini , yah paling tidak titik irigasi itu di titik yang tinggi ". Kata dia , di kelurahan Desa Soloy , Jumat 31/03/2023

Lanjut dia, malah ini merugikan masyarakat contohnya dilahannya ibu Salawati dia merasa sangat di rugikan dan ibu Salawati sendiri pun sangat dirugikan. Kata dia 

Yang parah nya lagi kata masyarakat inisial Cs pada saat pekerjaan berjalan itu pondasinya hanya disusun tanpa menggunakan semen .

" Pada waktu dikerjakan pondasinya itu hanya disusun tanpa semen lalu di tempel plesteran itupun sangat tipis , dan pada saat pekerjaan berlangsung karyawannya di ambilkan dari luar ". Tegas Cs

Di tambahkan ketua DPC JPKP Nasional Wakatobi yang telah mendapatkan mandat dari ketua DPD JPKP Nasional Sultra, agar meminta Kejati Sultra segera lakukan tindakan dalam pekerjaan sesuai laporan aduan .

" Kami meminta Kejati agar segera menindak lanjuti laporan kami terkait irigasi tahap III Lambale karena ini bukan kami lagi berbicara tapi masyarakat pasalnya dengan Anggaran yang begitu tidak ada akses manfaatnya kepada masyarakat ". Tegas Rasul Mustafa Ansar

Lanjut dia , dalam waktu ini kami akan lakukan aksi Besar besaran di kantor Kejati Sultra apabila tidak ada penentu dalam kasus irigasi ini yang dinilai mandet di Kejari Muna, dan saya pastikan akan kami laporkan ke Kejagung RI dan KPK RI dalam waktu yang dekat ini. Tegas nya
tim

Comments

Popular Posts

Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi Pada Apel Sinergitas Tiga Pilar Ingatkan Cegah Penularan Omicron Utamanya Adalah Vaksin*Bogor, Pelaksanaan Apel Sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 yang rutin digelar di wilayah Kota Bogor di wilayah Kecamatan Bogor Utara tepatnya di Lapangan Kresna jl Kresna Raya RT 005/14 kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Rabu (26/1).Dan kegiatan apel tiga pilar di Bogor Utara kali ini dipimpin oleh Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. yang didampingi oleh Kolonel Inf Dr. Sigit Purwanto, S.I.P.(Kasiops Rem 061/Sk), Danramil Bogor Utara Kapten Arm Hermawan, Kompol Kuswaha (Kapolsek Bogor Utara) serta bapak Ricky selaku Camat Bogor Utara. Adapun personil apel yang terlibat adalah anggota Polresta Bogor kemudian para binmas Polsek Bogor Utara, para Babinsa Koramil Bogor Utara, lurah se Kecamatan Bogor Utara, para RT dan para RW Bogor Utara, Bakesbangpol Bogor Utara serta Satpol PP Bogor Utara.Pada sambutannya kali ini Danrem menyampaikan bahwa kegiatan apel sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 ini sudah dilaksanakan untuk ke-29 kalinya, di mana apel tiga pilar sempat dihentikan sementara dikarenakan wabah pandemi covid19 saat itu meningkat dan karena saat ini wabah covid sudah mulai melandai maka apel sinergitas tiga pilar kembali diaktifkan, dan apel kali ini adalah untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada hari Rabu minggu lalu." Perkembangan penyebaran covid-19 untuk saat ini kembali meningkat, selain covid- 19 varian baru yaitu omicron tercatat sudah mewabah di Indonesia, memang untuk penyebarannya masih sangat landai dengan penderita sebanyak kurang dari 2000 orang, sedangkan untuk diwilayah Bogor ada satu kasus yang terpapar." Ujar Danrem." Oleh karena itu kita harus waspada dalam menyikapi varian omicron, varian delta, varian Covid-19 serta varian lainnya yang berasal dari luar negeri. Itu harus kita pahami, paling tidak kita harus bisa mencegah dan menahan laju varian baru. Sebenarnya diperkirakan awal tahun 2022 ini atau sekitar bulan Januari akan terjadi puncak penyebaran covid-19 yang terjadi setelah libur nataru, akan tetapi karena saat ini warga masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksinasi maka coronavirus disease 19 dan virus omicron bisa dapat ditanggulangi." Tambahnya." Akan tetapi bagaimanapun juga kita harus tetap mewaspadai terhadap penyebaran virus tersebut, jangan sampai lengah ataupun lalai, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m dan juga mensosialisasikan kepada warga masyarakat agar bagi warga yang belum melaksanakan vaksinasi untuk segera mengikuti vaksinasi dan bagi yang vaksin belum lengkap agar dilengkapi dan mulai aktifkan kembali posko deteksi dini mulai tingkat Rt, Rw, Kelurahan dan Kecamatan Selain itu Danrem juga mengingatkan, agar seluruh tim satgas covid maupun tni-polri untuk melakukan pengecekan aplikasi pedulilindungi di setiap area publik, misalnya tempat wisata, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Di mana penggunaan aplikasi pedulilindungi itu adalah untuk mempersempit penyebaran covid 19, karena dengan penggunaan aplikasi pedulilindungi kita juga dapat mengetahui status seseorang apakah sudah divaksin atau belum.Sumber: Penrem 061/Sk Rudy Kawinda