Salah Satu Pengurus DPD JPKP Nasional Mencium Aroma Sadap Terkait KWH Dan Instalasi Listrik Desa Tri Wacu Wacu Anggaran Tahun 2019, "





Buton Utara, SULTRA - Lagi lagi penyalahgunaan anggaran dana desa tahun anggaran 2019 di Indonesia masih sangat prihatin kan pasalnya pada sampai tahun 2023 belum ada titik terang.


Hal demikian terjadi pada desa Tri wacu wacu kecamatan Kulisusu kabupaten Buton Utara yang di mana terdapat pemasangan KWH dan instalasi listrik untuk masyarakat.


Menurut informasi yang di dapatkan oleh media nasional dan Investigasi JPKPN bahwa pemasangan KWH dan instalasi listrik dari anggaran dana desa 2019 sebanyak 98 KK dan yang terpasang hanya sebanyak 72 KK. 


Yang parah nya lagi, kata R. Mustafa. A, dari informasi yang di ketahui bahwa ada dugaan dalam satu kWh dan instalasi listrik untuk satu KK membayar 1.500.000 sedangkan informasi sudah di anggaran kan dari dana desa sebanyak Rp. 2.000.000 , hal demikian akan kami turun untuk lakukan investigasi secara dalam. Tegas nya 22/01/2023


Atas hal tersebut membuat salah satu pengurus Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara bagian investigasi angkat suara, bahwa hal ini jangan biasakan apalagi mau bermain dengan anggaran dana desa.


" Jika informasi yang kami dapat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa tahun 2019 terkait KWH dan instalasi listrik di desa Tri wacu wacu kecamatan Kulisusu kabupaten Buton Utara itu benar bahwa yang terpasang hanya 72 KK dari 98 KK dan masih di bebankan ke masyarakat, maka kami dari pendamping kebijakan pembangunan nasional ini akan melaporkan ke Polda maupun Kejaksaan Tertinggi Sulawesi Tenggara hingga ke KPK RI " . Ungkap Ali, 22/01/2023 di salah satu kedai KDI


Tak hanya itu, kata Ali yang parahnya lagi, adalah salah satu oknum masyarakat yang melapor ke polres Buton Utara pada tanggal 7 Februari 2022 namun sampai hari ini kabar tenggelam, maka kami akan mencoba melakukan diskusi dengan Kapolres maupun Wakapolres baru Buton Utara agar segera menyingkirkan tikus tikus berdasi . Tegas nya Timred

Comments

Popular Posts

Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi Pada Apel Sinergitas Tiga Pilar Ingatkan Cegah Penularan Omicron Utamanya Adalah Vaksin*Bogor, Pelaksanaan Apel Sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 yang rutin digelar di wilayah Kota Bogor di wilayah Kecamatan Bogor Utara tepatnya di Lapangan Kresna jl Kresna Raya RT 005/14 kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Rabu (26/1).Dan kegiatan apel tiga pilar di Bogor Utara kali ini dipimpin oleh Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. yang didampingi oleh Kolonel Inf Dr. Sigit Purwanto, S.I.P.(Kasiops Rem 061/Sk), Danramil Bogor Utara Kapten Arm Hermawan, Kompol Kuswaha (Kapolsek Bogor Utara) serta bapak Ricky selaku Camat Bogor Utara. Adapun personil apel yang terlibat adalah anggota Polresta Bogor kemudian para binmas Polsek Bogor Utara, para Babinsa Koramil Bogor Utara, lurah se Kecamatan Bogor Utara, para RT dan para RW Bogor Utara, Bakesbangpol Bogor Utara serta Satpol PP Bogor Utara.Pada sambutannya kali ini Danrem menyampaikan bahwa kegiatan apel sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 ini sudah dilaksanakan untuk ke-29 kalinya, di mana apel tiga pilar sempat dihentikan sementara dikarenakan wabah pandemi covid19 saat itu meningkat dan karena saat ini wabah covid sudah mulai melandai maka apel sinergitas tiga pilar kembali diaktifkan, dan apel kali ini adalah untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada hari Rabu minggu lalu." Perkembangan penyebaran covid-19 untuk saat ini kembali meningkat, selain covid- 19 varian baru yaitu omicron tercatat sudah mewabah di Indonesia, memang untuk penyebarannya masih sangat landai dengan penderita sebanyak kurang dari 2000 orang, sedangkan untuk diwilayah Bogor ada satu kasus yang terpapar." Ujar Danrem." Oleh karena itu kita harus waspada dalam menyikapi varian omicron, varian delta, varian Covid-19 serta varian lainnya yang berasal dari luar negeri. Itu harus kita pahami, paling tidak kita harus bisa mencegah dan menahan laju varian baru. Sebenarnya diperkirakan awal tahun 2022 ini atau sekitar bulan Januari akan terjadi puncak penyebaran covid-19 yang terjadi setelah libur nataru, akan tetapi karena saat ini warga masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksinasi maka coronavirus disease 19 dan virus omicron bisa dapat ditanggulangi." Tambahnya." Akan tetapi bagaimanapun juga kita harus tetap mewaspadai terhadap penyebaran virus tersebut, jangan sampai lengah ataupun lalai, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m dan juga mensosialisasikan kepada warga masyarakat agar bagi warga yang belum melaksanakan vaksinasi untuk segera mengikuti vaksinasi dan bagi yang vaksin belum lengkap agar dilengkapi dan mulai aktifkan kembali posko deteksi dini mulai tingkat Rt, Rw, Kelurahan dan Kecamatan Selain itu Danrem juga mengingatkan, agar seluruh tim satgas covid maupun tni-polri untuk melakukan pengecekan aplikasi pedulilindungi di setiap area publik, misalnya tempat wisata, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Di mana penggunaan aplikasi pedulilindungi itu adalah untuk mempersempit penyebaran covid 19, karena dengan penggunaan aplikasi pedulilindungi kita juga dapat mengetahui status seseorang apakah sudah divaksin atau belum.Sumber: Penrem 061/Sk Rudy Kawinda