*Menteri Suharso Ungkap Tren Perubahan Bisnis Pasca Pandemi*Meski pandemi membawa ketidakpastian di hampir semua aspek, namun pandemi Covid-19 juga menjadi titik awal baru bagi peradaban. Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, pada Konferensi Internasional ke-6 Tentang Manajemen Di Emerging Market, yang mengusung tema Nurturing New Business Landscapes To Embrace The Next Normal, Jumat (13/08/2021).Dalam paparannya, Menteri membahas prospek masa depan perubahan lanskap bisnis dan bisnis berkelanjutan.“Pandemi mendorong perhatian kami untuk meningkatkan sistem kesehatan, untuk mempercepat penerimaan terhadap digitalisasi dan otomatisasi, untuk meningkatkan Rantai Nilai Global, untuk beradaptasi dengan tren kerja jarak jauh, dan untuk meningkatkan kepedulian kami terhadap masalah pemulihan hijau,” ujar Menteri.Pandemi Covid-19 membawa bisnis berekspansi secara internasional. Ketika pandemi menyebar secara global ke seluruh dunia, sejumlah batasan datang ke kehidupan sehari-hari. Hal ini menurut Menteri, menyebabkan banyak penyesuaian dan improvisasi tentang cara bisnis beroperasi, seperti memperluas bisnis mereka ke tingkat internasional yang dimungkinkan oleh penyebaran digitalisasi dalam bisnis“Indonesia yang didukung oleh jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah, akan menjadi pasar yang potensial bagi perusahaan multinasional untuk mengembangkan usahanya,” ujar Menteri.Hal lain yang Menteri sampaikan adalah otomatisasi. Menurutnya, otomatisasi telah menjadi tren di bisnis global selama Covid-19, karena mobilisasi manusia dibatasi, biaya tenaga kerja menjadi lebih tinggi daripada modal. Dengan demikian, banyak perusahaan mulai mempercepat otomatisasi. Selanjutnya, Menteri menjelaskan bahwa praktik bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan telah menjadi tren baru di perusahaan global. Diketahui, 40 persen dari 250 perusahaan terbesar di dunia saat ini membahas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam pelaporan perusahaannya. Sebagian besar, perusahaan besar sudah mulai menganalisis hubungan antara SDGs dan strategi yang ada dan mengintegrasikan SDGs ke dalam pemikiran strategis.Terakhir, Menteri mengatakan bahwa salah satu upaya berinovasi di masa pandemi adalah melalui digitalisasi. Lebih dari 40% perusahaan manufaktur dan jasa menjual produk melalui saluran digital. Bisnis yang menggunakan platform digital diketahui meraup pendapatan lebih tinggi hingga 8 persen lebih tinggi daripada yang tidak.Jumat, 13 Agustus 2021*Tim Komunikasi Publik*Kementerian PPN/BappenasHttps://linktr.ee/suharsomonoarfa Follow:Instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfaTwitter Menteri PPN: @Suharso_MFanpage Menteri PPN: Suharso Monoarfa Toding Karaeng

Comments

Popular Posts

Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi Pada Apel Sinergitas Tiga Pilar Ingatkan Cegah Penularan Omicron Utamanya Adalah Vaksin*Bogor, Pelaksanaan Apel Sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 yang rutin digelar di wilayah Kota Bogor di wilayah Kecamatan Bogor Utara tepatnya di Lapangan Kresna jl Kresna Raya RT 005/14 kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Rabu (26/1).Dan kegiatan apel tiga pilar di Bogor Utara kali ini dipimpin oleh Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. yang didampingi oleh Kolonel Inf Dr. Sigit Purwanto, S.I.P.(Kasiops Rem 061/Sk), Danramil Bogor Utara Kapten Arm Hermawan, Kompol Kuswaha (Kapolsek Bogor Utara) serta bapak Ricky selaku Camat Bogor Utara. Adapun personil apel yang terlibat adalah anggota Polresta Bogor kemudian para binmas Polsek Bogor Utara, para Babinsa Koramil Bogor Utara, lurah se Kecamatan Bogor Utara, para RT dan para RW Bogor Utara, Bakesbangpol Bogor Utara serta Satpol PP Bogor Utara.Pada sambutannya kali ini Danrem menyampaikan bahwa kegiatan apel sinergitas tiga pilar mengabdi melawan covid-19 ini sudah dilaksanakan untuk ke-29 kalinya, di mana apel tiga pilar sempat dihentikan sementara dikarenakan wabah pandemi covid19 saat itu meningkat dan karena saat ini wabah covid sudah mulai melandai maka apel sinergitas tiga pilar kembali diaktifkan, dan apel kali ini adalah untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada hari Rabu minggu lalu." Perkembangan penyebaran covid-19 untuk saat ini kembali meningkat, selain covid- 19 varian baru yaitu omicron tercatat sudah mewabah di Indonesia, memang untuk penyebarannya masih sangat landai dengan penderita sebanyak kurang dari 2000 orang, sedangkan untuk diwilayah Bogor ada satu kasus yang terpapar." Ujar Danrem." Oleh karena itu kita harus waspada dalam menyikapi varian omicron, varian delta, varian Covid-19 serta varian lainnya yang berasal dari luar negeri. Itu harus kita pahami, paling tidak kita harus bisa mencegah dan menahan laju varian baru. Sebenarnya diperkirakan awal tahun 2022 ini atau sekitar bulan Januari akan terjadi puncak penyebaran covid-19 yang terjadi setelah libur nataru, akan tetapi karena saat ini warga masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksinasi maka coronavirus disease 19 dan virus omicron bisa dapat ditanggulangi." Tambahnya." Akan tetapi bagaimanapun juga kita harus tetap mewaspadai terhadap penyebaran virus tersebut, jangan sampai lengah ataupun lalai, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m dan juga mensosialisasikan kepada warga masyarakat agar bagi warga yang belum melaksanakan vaksinasi untuk segera mengikuti vaksinasi dan bagi yang vaksin belum lengkap agar dilengkapi dan mulai aktifkan kembali posko deteksi dini mulai tingkat Rt, Rw, Kelurahan dan Kecamatan Selain itu Danrem juga mengingatkan, agar seluruh tim satgas covid maupun tni-polri untuk melakukan pengecekan aplikasi pedulilindungi di setiap area publik, misalnya tempat wisata, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Di mana penggunaan aplikasi pedulilindungi itu adalah untuk mempersempit penyebaran covid 19, karena dengan penggunaan aplikasi pedulilindungi kita juga dapat mengetahui status seseorang apakah sudah divaksin atau belum.Sumber: Penrem 061/Sk Rudy Kawinda